Ambigu
Aku bagai pohon Oak yang meranggas
Dahanku bagai cakar ganas
Mencoba cabik langit luas
Sendiri di musim gugur berkawan panas
Raut wajahmu nyaris sempurna
Entah Dewa mana yang memahatnya
Meski tanpa garis lengkung di bibir
Aku tetap saja tersihir
Surai hitammu melambai
Berpadu manik mata teliti
Rahang mengeras kokoh
Tampan yang angkuh
Panah cintaku melesat untuk lekat
Kubuang pijakan berharap kau terpikat
Berbuah seringai ambigu
Mengikis tepi hati yang lugu
Harusnya kau merapal penolakan
Bukan menggantungku tanpa beban
Menatap benci dengan sangat
Tapi tanganku kau genggam erat
Kunanti pastimu di musim dingin nanti
Tatap aku dengan berani
Atau kubawa pedih ini
Hingga pucukku bersemi lagi
Karya: Dansor Al Ruslan Anwar
Purworejo, 13 Desember 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar