Selasa, 13 Januari 2015

Ambigu



Ambigu

Aku bagai pohon Oak yang meranggas
Dahanku bagai cakar ganas
Mencoba cabik langit luas
Sendiri di musim gugur berkawan panas


Raut wajahmu nyaris sempurna
Entah Dewa mana yang memahatnya
Meski tanpa garis lengkung di bibir
Aku tetap saja tersihir


Surai hitammu melambai
Berpadu manik mata teliti
Rahang mengeras kokoh
Tampan yang angkuh


Panah cintaku melesat untuk lekat
Kubuang pijakan berharap kau terpikat
Berbuah seringai ambigu
Mengikis tepi hati yang lugu


Harusnya kau merapal penolakan
Bukan menggantungku tanpa beban
Menatap benci dengan sangat
Tapi tanganku kau genggam erat


Kunanti pastimu di musim dingin nanti
Tatap aku dengan berani
Atau kubawa pedih ini
Hingga pucukku bersemi lagi



Karya: Dansor Al Ruslan Anwar
Purworejo, 13 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar